Tarif PDAM dan “Listrik” Solo Naik

Naik_naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali
kiri kanan kulihat saja banyak pohon cemara

(dinyanyikan dengan riang gembira)

Naik-naik tarif pada naik, tinggi-tinggi sekali
PDAM Listrik, sama-sama pada naik 😀

(dinyanyikan dengan hati sedih)

Sepintas lalu kedua syair lagu ini tidak ada bedanya, namun setelah kita cermati ternyata … Waw …
Tahun baru juga diikuti dengan harga baru, mungkin itulah yang terjadi pada masyarakat solo. Meskipun BBM turun 3 kali (ternyata “hanya” dijadikan komuditas politik oleh penguasa-contoh dijadikan iklan sebuah partai-) tidak memberikan dampak yang signifikan bagi rakyat (harga sembako dan tarif angkutan tidak turun).

Seperti yang tertuang pada SK Walikota Solo Nomor 690/02/1/2009 Tentang Penetapan Tarif Air Minum dan Golongan Pelanggan (bisa dilihat pada website www.pdamsolo.or.id), Tarif PDAM Solo naik dari tahun 2009 hingga tahun 2012.

Beda dengan PLN Wilayah Solo yang memberikan kenaikan secara sembunyi-sembunyi, namun PASTI. PLN membebankan biaya administrasi sebesar Rp. 1.600,- (Biaya Bank) yang dikenakan pada pelanggan tanpa ada sosialisasi.

Saya sendiri merasa terkejut pada waktu melakukan pembayaran tagihan PLN di tempat biasanya saya melakukan pembayaran. (Ada yang beda dengan yaitu pada item biaya).

Biaya administrasi Bank seharusnya tidak dibebankan pada pelanggan, karena itu merupakan sebuah fasilitas kemudahan yang diberikan kepada pelanggan. Kalau toh gak punya biaya untuk memberikan fasilitas kemudahan alangkah baiknya fasilitas itu tidak diberikan, daripada membodohi pelanggan (kasihan pada pelanggan yang mempunyai pendapatan minimin Rp. 1.600,- sangat berarti bagi mereka apalagi dijaman krisis) karena tidak ada sosialisasi.

Monopoli
Kita tahu bahwa PDAM dan PLN merupakan perusahaan yang memonopoli pengelolaan air dan listrik di negara ini, sehingga mereka dengan “seenaknya” menetapkan tarif yang dibebankan kepada pelanggan. Semisal ada kompetitor lainnya hal seperti ini tidak mungkin akan terjadi.

Analogi aja, Telekomunikasi yang dulunya dimonopoli oleh telkom tidak semurah sekarang. Semoga ada kebijakan yang lebih bijaksana dari Pemimpin negeri ini. (Semoga dengan PEMILU 2009 semuanya bisa berubah)